Imperium Romawi
Imperium Romawi Timur dikenal dengan imperium Byzantium. Imperium ini dulu sempat menguasai beberapa negeri, diantaranya: Yunani, Balkan, Asia, Syria, Palestina, Laut Tengah, Mesir dan seluruh Afrika Utara. Ibukotanya adalah Konstantinopel.
Ia dikenal sebagai imperium yang sangat kejam. Rakyat dibawah kekuasaannya diperlakukan dengan sangat kejam, zalim, dan keji. Pajak yang dibebankan kepada mereka sangat tinggi. Pertikaian dan kerusuhan kerap terjadi. Secara umum, pola kehidupan mereka hanya diwarnai hura-hura, hedoisme, mengumbar nafsu, kemewahan dan kesenangan belaka.
Adapun Mesir menjadi sasaran intimidasi agama dan kesewenang-wenangan politik. Mesir dijadikan sapi perah yang susunya bebas dinikmati para penguasa Imperium Romawi.
Sedangkan di Syria, praktik kezaliman dan perbudakan merajalela. Para penguasa Imperium Romawi memperlakukan rakyat Syria dengan menggunakan kekuatan dan pemaksaan. Yang berlaku disana adalah hukum rimba, sama sekali tidak ada belas kasihan pada rakyat kecil. Banyak penduduk Syria yang menjual anak-anaknya demi melunasi hutang-hutang mereka.
Kehidupan masyarakat Romawi penuh dengan keracunan dan kekacauan. Dalam buku-buku peradaban, baik karya angkatan klasik maupun sekarang, kondisi di atas digambarkan sebagai berikut:
"Kehidupan sosial masyarakat Byzantium sangatlah kontradiktif. Di satu sisi, kecenderungan hidup beragama dikalangan mereka menonjol; banyak diantara mereka yang lebih memilih menjadi biarawan. Bahkan kecenderungan ini menjalar hingga ke pedalaman negeri. Banyak dari kalangan rakyat biasa yang ikut terjun dalam kajian keagamaan yang cukup intens dan tak jarang mereka terlibat dalam diskusi-diskusi keagamaan. Sebagaimana juga karakteristik kehidupan normatif mereka lebih banyak terdoktrin oleh aliran Bathiniyyah.
Namun di sisi lain, mereka gila kemewahan, senang berhura-hura, dan suka bermain-main. Di sana ada berbagai macam arena permainan yang sangat luas, yang bisa menampung delapan ribu penonoton. Di arena tersebut, mereka terkadang disuguhi tontonan adu kekuatan antara manusia dengan manusia atau antara manusia dengan binatang.
Mereka membagi dua penonton menjadi dua kubu; satu kubu mengenakan atribut berwarna hijau dan satu kubu lagi mengenakan atribut biru. Mereka menyukai keindahan fisik, tapi di sisi lain mereka cinta kekerasan dan kebiadaban. Permainan mereka tak jarang menumpahkan darah dan bernuansa kebuasan.
Hukuman yang dijatuhkan pada mereka yang melakukan kesalahan amatlah mengerikan dan membuat bulu kuduk berdiri. Gaya hidup para pembesar dan penguasa Byzantium hanyalah berkelakar, berfoya-foya, berkomplot, basa-basi yang berlebihan, berbuat jahat, dan terbiasa dengan praktik kotor."
Sumber : Sejarah Lengakp Rosululloh Jilid 1 (Prof. Dr. Ali Ash Shallabi)
Komentar
Posting Komentar